Postingan

CATATAN DARI VOLENDAM

Oleh Imaduddin Utsman Hari Ahad perpustakaan di Universitas Leiden tutup. Kami tim peneliti dari Banten memutuskan untuk mengisi waktu luang dengan keliling Leiden dan sekitarnya. Tim kami terdiri dari seorang filolog, Doktor Mufti Ali, seorang ahli sastra Belanda, Eni Suryani dan saya sendiri yang mendapat tugas membaca naskah berbahasa Arab. Bulan Februari di Belanda masih musim dingin, kami yang berasal dari negara tropis tentu sedikit bermasalah dengan cuaca dingin, apalagi jaket yang kami bawa dari Indonesia masih bisa tertembus oleh nyeresetnya angin musim dingin negeri  Belanda. Tapi pagi itu kami tetap melanjutkan niyat untuk keliling Leiden dan sekitarnya. Untung Kami punya kawan di Leiden yang bersedia membawa kami dengan mobil Volvo-nya, seorang asli Jogja yang punya isteri “none Belande”, ia baik sekali, namanya Mas Yanto, anggah inggih jogjanya masih kental, padahal ia sudah kurang lebih empat puluh tahun ada di Belanda. Kami orang Banten yang berbeda gaya bica...

CARA SAHABAT NABI MENGHADAPI VIRUS SEMACAM CORONA

Oleh H. Imaduddin Utsman (Pengasuh Ponpes NU, Wakatib PWNU Banten) Ketika Negeri Syam terkena wabah virus tha’un pada tahun 16 Hijriyah atau 640 Masehi, banyak warga yang meninggal, Umar bin Khottob mengirim surat kepada Gubernur Syam, Abu Ubaidah Ibnul jarrah, adalah salah seorang sahabat utama salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga: “Salam untukmu, Amma ba’du, maka sesungguhnya aku ada keperluan kepadamu, aku ingin bertemu langsung, maka aku perintahkan jika engkau telah melihat suratku ini janganlah engkau letakan dari tanganmu kecuali kecuali engkau telah menghadapku (di Madinah)!” Abu Ubaidah mengerti maksud Umar, bahwa perintah itu bukan untuk kepentingan Umar, tetapi sesungguhnya Umar ingin Abu Ubaidah keluar dari negeri syam yang sedang terwabah virus menular. Umar faham, sahabat utama seperti Abu Ubaidah mempunyai jiwa yang luhur, bila ia meminta terus terang agar Abu Ubaidah keluar menghindari to’un, maka itu akan dianggap suatu penghinaan. Abu Ubaid...

TAHUKAH ANDA TENTANG BANTEN?

Gambar
TAHUKAH ANDA ? Bahwa Raja yang pertama kali bergelar sultan di Indonesia adalah Sultan Banten, namanya Sulthan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir, ia mendapat gelar Sultan dari Syarif Zaid, penguasa Makkah dari kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1636, selanjutnya baru menyusul kerajaan Mataram dan Makassar. TAHUKAH ANDA? Bahwa orang yang pertama kali bergelar haji di Indonesia adalah orang Banten, namanya adalah Raden Aria Wangsakara yang setelah pergi haji tahun 1636 diberi gelar Haji Mas Wangsaraja oleh Sultan Banten. TAHUKAH ANDA? Bahwa Haji Mas Wangsaraja adalah santri pertama dari Indonesia yang belajar di Makkah. Ia berguru kepada Ibnu Allan tahun 1636 sampai  1638. TAHUKAH ANDA? Bahwa kerajaan di Indonesia yang pertama mempunyai duta besar di Eropa adalah Kesultanan Banten. Banten mengirimkan duta besar pertamanya, Kiayi Ngabehi Naya Wipraya ke Kerajaan Inggris. Ia dan rombongan tiba di London pada 27 April 1682. TAHUKAH ANDA? Bahwa Syekh Nawawi Al bant...

HUKUM MEMULANGKAN ANGGOTA ISIS KE INDONESIA

Gambar
Oleh H. Imaduddin Utsman (Pegasuh Ponpes NU Kresek Banten, Wakatib PWNU Banten) 1). Bagaimana pandangan Islam mengenai memulangkan anggota ISIS ke Indonesia? Kelompok ISIS menurut para ulama yang mengikuti Konferensi Internasional yang diselenggarakan di Universitas Al Azhar, Mesir, pada tahun 2014 adalah masuk kelompok teroris. Sedangkan hukuman bagi teroris sebagaimana yang terdapat pada Al Qur’an Surat  Al Maidah ayat 33 adalah di bunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kakinya secara silang atau di buang. Sudah jelas Al Qur’an memerintahkan kita agar membuang mereka. Membuang ini menurut tafsir At Thabari, di usir ke luar negeri, bukan malah membawanya ke dalam negeri. Maka membawa para teroris yang menghalalkan darah kaum muslimin seperti kelompok ISIS ini adalah haram, karena kemaslahatn yang ditimbulakan tak sebanding dengan madaratnya, yaitu berupa rasa takut dan rasa tidak aman bagi ratusan juta penduduk Indonesia. Bila pemerintah mendatangkan mereka ke Indon...

SULTAN ZAENAL ASYIKIN, SANG KHALIFAH TAREKAT QODIRIYAH

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Sultan di Nusantara yang menjadi pengamal tarikat mungkin ada, tapi hanya di Banten, seorang sultan, bukan hanya menjadi pengamal tarikat, tetapi juga kemudian ia mencapai derajat khalifah tarikat. Adalah Sultan Zainal Asikin, Sultan ke 12 Banten yang memerintah mulai 1553-1773,  dalam satu manuskrip disebutkan sebagai Sultan yang sekaligus sebagai khalifah tarikat. Manuskrip yang dimaksud adalah manuskrip koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang berisi tentang biografi pendiri tarikat Qodiriyah Rifaiyah, yaitu Syekh Ahmad al Rifai (w. 578 H/1183 M), salah satu wali termasyhur di dalam literatur tasawwuf. Manyskrip itu merupakan petikan dari kitab Al Thabaqaat al Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Al Sya'rani. Di dalam manuskrip itu disebutkan bahwa pemilik kitab ini adalah Sultan Zainal Asyikin yang merupakan khalifah tarikat Qodiriyah Rifaiyyah. Tertulis disana dalam bahasa Arab: ملكه من الله تعالي الخليفۃ من بعد الخليفۃ السلطان ب...

DARI BANTEN KE AMSTERDAM

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Kisah kekayaan negeri Banten dengan wilayah kekuasaan yang luas menjadi perbincangan kaum kaya di Eropa pada akhir abad 16. Begitupula dengan negeri Belanda. Mereka mendengar saingan dagang mereka di lisboa telah mampu menapakan kaki di negeri Banten yang kaya raya dan mendapat untung yang banyak. Akhirnya Pada 1594 itu, para pedagang di Belanda, termasuk Cornelis, ini lantas bersatu dan membentuk perserikatan niaga. Perkumpulan ini diberi nama Compagnie van verre te Amsterdam atau perusahaan jarak Jauh yang berpusat di Amsterdam (John Bucknill, The Coins of the Dutch East Indies, 2000: 9). Perkumpulan Kaum saudagar di negeri kincir angin itu kemudian mengutus Cornelis de Houtman pergi ke Portugis, tepatnya ke Lisboa (Lisbon), Untuk mencari tahu Tentang negeri Banten dan bagaimana cara sampai ke negeri itu. Disebutkan oleh George Masselman dalam The Cradle of Colonialism (1963), Cornelis berangkat dari Amsterdam menuju Lisboa untuk melakukan investig...

DI MANA RUH BERADA SEBELUM KIAMAT

Oleh: H.  Imaduddin Utsman (Pengasuh Ponpes NU Kresek Banten, Wakatib PWNU Banten, Penasihat GMNU Banten) Kematian pasti akan datang sesuai dengan umur yang diberikan oleh Allah SWT. ketika umur yang ditentukan Allah SWT. telah mencapai ajal (waktu datang) nya maka datanglah kematian, yaitu berpisahnya ruh dari jasad. Setiap makhluk diberikan umur (kebersamaan antara ruh dan jasad) yang berbeda-beda sesuai dengan tugas dan hikmah penciptaannya di dunia yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Manusia yang sesungguhnya adalah ruh itu sendiri yang tidak pernah mati. Sedangkan jasad adalah werangka yang diciptakan sangat unik yang akan terkait dengan hukum dunia. Jasad disempurnakan dengan akal dan nafsu. Dengan jasad inilah kita diberikan beban hukum; dengan jasad inilah kita beramal soleh seperti solat, puasa dlsb. Tanpa jasad ini maka kita tidak akan merasakan lapar, maka tanpa jasad tidak ada ujian menahan lapar yang tentu tidak ada guna kewajiban puasa. Dengan jasad inilah p...

FIQIH KEMATIAN TERINDAH

Oleh H. Imaduddin Utsman (Pengasuh Ponpes NU Kresek Banten, Wakatib PWNU Banten, Penasihat GMNU Banten) Kematian pasti datang. Namun kapan datangnya itulah yang tidak pasti. Sungguh indah Allah ciptakan ajal yang dibalut dalam misteri, sehingga menjadi ujian bagi kita agar setiap saat bersiap penuh seluruh. Berbahagialah orang yang diberikan penyakit sebelum datangnya ajal, sehingga ia dapat berpasrah kepada-Nya dengan sedikit demi sedikit organ-organnya tidak berfunggsi, namun lebih berbahagialah ia yang diberikan perasaan kepasrahan penuh seluruh untuk bersiap menghadapi mati kapanpun tanpa harus diberikan sakit terlebih dahulu. Tulisan ini mudah-mudahan dihitung amal baik oleh Allah yang Maha Kasih, dan menjadi sebab turunnya cinta-Nya kepada hamba yang lemah ini sehingga hamba mendapatkan husnul khotimah diakhir hidup hamba. Bagi pembaca yang rela menahan sabar sebentar untuk membaca tulisan ini, doa-doa indah juga penulis panjatkan agar kita semua selalu berada dalam cinta...

TANGERANG MEMBARA MENJAGA KESULTANAN BANTEN 1749-1751

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Di ceritakan dalam Pararimbon Ke-Ariyaan Parahyang, hari itu di Gunung Munara, tempat kediaman Kiayi Tapa, tidak seperti biasanya, suasan begitu nampak ramai. Cucu Aria Wangsakara dan Sultan Abul Mafakhir itu kedatangan saudara-saudaranya dari Banten, Cirebon dan Tangerang. Telah nampak hadir di sana Tubagus Buang, Elang Dale, Elang Mustofa, Ki Tanggal, Ki Akhir dari Tanara, Embah Tanu, Embah Lenggang, dan banyak lagi. Mereka membicarakan tentang kejadian di Kraton Kesultanan Banten. Sultan Zainal Arifin telah dikhianati oleh istrinya sendiri, Syarifah Fatimah, keturunan Arab yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, bekas janda pejabat VOC. Syarifah Fatimah yang ternyata mata-mata kompeni ini meracuni Sultan Zainal Arifin, suaminya sendiri. Dengan kekuasaan Allah SWT, Racun itu tidak mengakibatkan Sultan tewas, namun sultan mengalami kelainan yang kemudian di sebarkan oleh Syarifah Fatimah bahwa ia telah gila. Dengan bantuan VOC Belanda, akhirny...

MEMANGGIL NABI MUHAMMAD SAW, NINGSIH TINAMPI TIDAK SESAT!

Gambar
Oleh KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh Ponpes NU Kresek-Banten, Wakatib PWNU Banten, Penasihat GMNU Banten) Ningsih Tinampi akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik. Sosoknya yang selama ini sudah popular dikalangan masyarakat terutama mereka yang memerlukan pertolongan dari praktik pengobatannya, kini naik tingkat menjadi perbincangan para ulama dan pejabat. Pernyataanya yang viral di media sosial melalui akun youtubnya, ketika ia mengobati salah seorang pasiennya, bahwa ia memanggil para malaikat dan para Nabi bahkan Rasulullah Muhammad SAW, melahirkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Bahkan sebagian tokoh masyarakat sudah ada yang memvonisnya sesat. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan penulis terhadap masalah ini? Pokok masalah Ningsih ini adalah memanggil malaikat dan para Nabi, apakah hal demikian ada yurisprudensinya dalam hukum Islam atau tidak? Para ulama Nahdiyyin yang akrab dengan tawassul tentu tidak akan gegabah menyatakan pernyataan Ningsih yang mengaku me...

CARA SOLAT MADZHAB HANAFI

Gambar
Oleh KH. Imaduddin Utsman, S.Ag. MA. (Pengasuh Ponpes NU Kresek, Banten, Wakatib PWNU Banten) Sangat penting bagi warga NU untuk mengetahui bagaimana cara sholat madzhab lain selain Madzhab Syafi’i, karena NU adalah ormas yang dalam masalah fikih mengikuti salah satu madzhab dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Agar tidak terjadi talfiq (pencampur-adukan madzhab-madzhab secara tidak sah), maka dalam setiap bab fikih harus diketahui elemen mana saja yang terhitung satu qodiyah (unsur-unsur yang berkaitan dengan sah dan tidak sahnya suatu amal). Untuk itu tidaklah sembarangan kita mengambil pendapat suatu madzhab kemudian kita mengabaikan bagian-bagian qodiyah yang satu dan lainnya saling berkaitan dari pendapat itu. Misal dalam masalah solat jum’at, air wudu, rukun dan sarat wudu, yang membatalkan wudu, khutbah jum’at dan solat jum’atnya, semua itu masih termasuk satu qodiyah, maka semua itu harus segaris menggunakan satu madzhab yang ada. Kalau berlainan m...

NAHDLATUL ULAMA DAN JILBAB

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman (Wakil Katib PWNU Banten) Ternyata masalah jilbab masih menarik di bahas dalam berbagai perbincangan publik. Ada hal yang menarik dari jilbab dibanding tuntunan ajaran Islam lainnya, karena jilbab sesuatu yang superficial dan mudah di nilai. Bahkan gejala akhir-akhhir ini, jilbab dijadikan komoditi demarkasi antara kesalehan dan ketidaksalehan. Ada yang memandang jilbab sebagai ajaran fundamental Islam dan ada yang memandangnya hanya sebatas tafsir sosial dari teks yang suci. lalu dimana Nahdlatul Ulama (NU) bersila dalam ruang majlis pembahasan jilbab ini? Sebelum kita membahas posisi NU dalam pembahasan Jilbab ini, alangkah lebih baik bila kita ketengahkan terlebih dahulu pendapat ulama tentang aurat wanita. Pembahasan ini penting karena sangat erat kaitannya dengan masalah jilbab yang dibahas cukup hangat di Indonesia. Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa awrat bagi wanita dibagi dua: awrat wanita merdeka dan awrat wanita budak. Awrat wanita merdeka, m...

BENARKAH NABI MUHAMMAD SAW TIDAK DAPAT MEMBACA?

Gambar
BENARKAH NABI MUHAMMAD SAW TIDAK DAPAT MEMBACA (Sebuah Rekonstruksi Makna Ummi Dalam Perspektif Al Qur'an) Oleh Imaduddin Utsman Nabi Muhammad adalah Nabi yang ummi. Demikianlah kalimat yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah menjelaskan tentang orang-orang yang mengikuti “Nabi yang ummi” yang berita tentangnya telah tercatat didalam kitab Taurat dan Injil yang memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar (Al-A’raaf 157). Di ayat selanjutnya Allah perintahkan manusia untuk mengimani Allah dan rasul-Nya yaitu “Nabi yang ummi” (Al-A’raf 158). Makna ummi, seperti telah popular ditengah umat islam, mempunyai arti “man laa yaqra’u wa laa yaktubu”,  orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Setidaknya demikianlah penafsiran para pakar tafsir seperti Imam Al-Qurtubi, Imam Ibnu Katsir dan sebagainya yang penjelasan mereka itu dapat kita baca dalam kitab tafsir mereka ketika menafsiri dua ayat di atas. Selain makna tidak dapat membaca dan menulis, kalimat ummi ju...

MEWASPADAI PENCERAMAH AKHIR ZAMAN

Gambar
Oleh imaduddin Utsman Ada fenomena baru akhir-akhir ini dalam dunia dakwah. Yaitu tampilnya penceramah-penceramah yang konsen berceramah tentang akhir zaman. Di mana saja ia diundang selalu mengangkat tema yang sama yaitu tentang akhir zaman, ciri-ciri kiamat, Imam Mahdi, perang dunia dan sebagainya. Lalu apa yang menarik dari fenomena ini? ternyata fenomena ini berkaitan dengan ulama besar Banten, Syekh Abdul Karim. Dulu diakhir abad 19, ketika rakyat Banten dalam masa sulit; hidup dalam kemiskinan; bencana alam dan kelaparan melanda; Penjajah Belanda menaikan pajak yang tinggi; sementara para menak menampakan hidup yang penuh kemewahan, Syekh Abdul Karim, ulama asal Tanara, cucu Pangeran Sunyararas, menggelorakan semangat nativisme dan chauvanisme untuk menggerakan rakyat Banten menuntut keadilan kepada pihak penjajah. Yang menarik, cara yang ditempuhnya mirip dengan fenomena yang sekarang terjadi di Indonesia. Perbedaannnya adalah dulu Syekkh abdul Karim menggunakannya untu...

BIOGRAFI SYEKH TUBAGUS MA'MUN BANTEN, MUSNID AL-QUR'AN INDONESIA

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Syekh Tubagus Ma’mun lahir di Kaloran, Serang, Banten tahun 1872. Tidak ditemukan data mengenai tanggal dan bulan kelahirannya. Ayahnya bernama Tubagus Rafiuddin yang dijuluki masyarakat sekitar dengan nama Ki Banjir. Julukan Ki Banjir ini karena suaranya yang indah ketika mengumandangkan adzan sehingga jama’ah yang mendengar adzannya langsung membanjiri Masjid Kaujon tempat ia mengumandangkan adzan. Ibunya bernama Ratu Thoyyibah bin Tubagus Qolyubi yang berasal juga dari Serang. Pada tahun 1873 ayah dan ibunya menunaikan ibadah haji, ma’mun kecil-pun dibawa serta ke Tanah Suci,  kemudian setelah selesai menunaikan ibadah haji mereka tinggal di Makkah Al Mukarromah. Pada tahun 1880 ibundanya wafat di Makkah. Pada umur duabelas tahun, Ma’mun sudah berhasil menghafal Al-Qur’an. Gurunya dalam Al-Qur’an adalah Syekh Syarbini Al-Dimyati. Selain belajar Al-Qur’an, Ma’mun juga belajar ilmu lainnya kepada para ulama di sana, diantaranya, Syekh Abdul Hamid...

KEDANGKALAN LOGIKA KHAWARIJ DI TENGAH SAMUDRA FIQIH ULAMA NU

Gambar
Oleh: Imaduddin Utsman Indonesia dan Mesir adalah termasuk dua negara yang sulit ditundukan kaum khawarij. Syiria, Irak, Libia dan Yaman telah diporak-porandakan oleh kaum Khawarij dengan isu sebagiannya adalah pendirian negara islam dan sebagiannya lagi dgn sentimen "Sunni"-"Syiah". Ketahanan Indonesia dan Mesir dari serangan faham khawarij ini dikarenakan kedua negara ini memiliki Imunitas komunal yaitu mayoritas umat islam yang berfaham moderat, yaitu faham Aswaja madzhab Asy'ariyah Maturidiyah. Indonesia memiliki NU dan Mesir memiliki Al Azhar. NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia kemoderatannya terlalu kuat untuk bisa di tembus faham khawarij, karena NU memiliki kaderisasi yang kokoh di pondok-pondok pesantren. Begitupula Mesir, Al Azhar yang konsisten berfaham moderat menguasi pendidikan Islam di sana mulai dari level bawah sampai atas. Faham khawarij yang ciri utamanya adalah melawan pemerintahan yang sah dan seluruh pendukungnya, senant...

PROF. DR. TITI PUJIASTUTI TENTANG RADEN ARIA WANGSAKARA

Gambar
RANGKUMAN BUKU RADEN ARIA WANGSAKARA (Penulis DR. Mufti Ali, Ph.D) ======================================== Oleh Prof Dr Titik Pudjiastuti (Sejarawan UI) disampaikan pada Seminar dan Bedah Buku Raden Aria Wangsakara, Aston Cengkareng Tangerang, 23 Desember 2019. Buku ini merupakan Biografi seorang Tokoh Sufi dari Tangerang Banten. Tiga hal pokok yang dikemukakan dalam buku ini adalah : 1. Menginfomasikan siapa Aria Wangsakara. 2. Mengemukakan peran Aria Wangsakara Banten pada Abad 17 saat Banten berjuang melawan hegemoni Belanda yang ingin menguasai Banten. 3. Mengisahkan keadaan dan peperangan yang terjadi di Banten pada abad 17 dengan Sumedang,  Trunojoyo, Mataram,  dan perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa Melawan Kompeni Belanda. JATI DIRI DAN ASAL USUL Dijelaskan secara runtut bahwa Raden Aria Wangsakara atau Raden Aria Wangsaraja lahir di Sumedang pada sekitar tahun 1615 dari garis ayah beliau keturunan dari Malaka,  Malaysia, Gunung Jati Cirebon, ...