Postingan

BENARKAH NABI MUHAMMAD SAW TIDAK DAPAT MEMBACA?

Gambar
BENARKAH NABI MUHAMMAD SAW TIDAK DAPAT MEMBACA (Sebuah Rekonstruksi Makna Ummi Dalam Perspektif Al Qur'an) Oleh Imaduddin Utsman Nabi Muhammad adalah Nabi yang ummi. Demikianlah kalimat yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah menjelaskan tentang orang-orang yang mengikuti “Nabi yang ummi” yang berita tentangnya telah tercatat didalam kitab Taurat dan Injil yang memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar (Al-A’raaf 157). Di ayat selanjutnya Allah perintahkan manusia untuk mengimani Allah dan rasul-Nya yaitu “Nabi yang ummi” (Al-A’raf 158). Makna ummi, seperti telah popular ditengah umat islam, mempunyai arti “man laa yaqra’u wa laa yaktubu”,  orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Setidaknya demikianlah penafsiran para pakar tafsir seperti Imam Al-Qurtubi, Imam Ibnu Katsir dan sebagainya yang penjelasan mereka itu dapat kita baca dalam kitab tafsir mereka ketika menafsiri dua ayat di atas. Selain makna tidak dapat membaca dan menulis, kalimat ummi ju...

MEWASPADAI PENCERAMAH AKHIR ZAMAN

Gambar
Oleh imaduddin Utsman Ada fenomena baru akhir-akhir ini dalam dunia dakwah. Yaitu tampilnya penceramah-penceramah yang konsen berceramah tentang akhir zaman. Di mana saja ia diundang selalu mengangkat tema yang sama yaitu tentang akhir zaman, ciri-ciri kiamat, Imam Mahdi, perang dunia dan sebagainya. Lalu apa yang menarik dari fenomena ini? ternyata fenomena ini berkaitan dengan ulama besar Banten, Syekh Abdul Karim. Dulu diakhir abad 19, ketika rakyat Banten dalam masa sulit; hidup dalam kemiskinan; bencana alam dan kelaparan melanda; Penjajah Belanda menaikan pajak yang tinggi; sementara para menak menampakan hidup yang penuh kemewahan, Syekh Abdul Karim, ulama asal Tanara, cucu Pangeran Sunyararas, menggelorakan semangat nativisme dan chauvanisme untuk menggerakan rakyat Banten menuntut keadilan kepada pihak penjajah. Yang menarik, cara yang ditempuhnya mirip dengan fenomena yang sekarang terjadi di Indonesia. Perbedaannnya adalah dulu Syekkh abdul Karim menggunakannya untu...

BIOGRAFI SYEKH TUBAGUS MA'MUN BANTEN, MUSNID AL-QUR'AN INDONESIA

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Syekh Tubagus Ma’mun lahir di Kaloran, Serang, Banten tahun 1872. Tidak ditemukan data mengenai tanggal dan bulan kelahirannya. Ayahnya bernama Tubagus Rafiuddin yang dijuluki masyarakat sekitar dengan nama Ki Banjir. Julukan Ki Banjir ini karena suaranya yang indah ketika mengumandangkan adzan sehingga jama’ah yang mendengar adzannya langsung membanjiri Masjid Kaujon tempat ia mengumandangkan adzan. Ibunya bernama Ratu Thoyyibah bin Tubagus Qolyubi yang berasal juga dari Serang. Pada tahun 1873 ayah dan ibunya menunaikan ibadah haji, ma’mun kecil-pun dibawa serta ke Tanah Suci,  kemudian setelah selesai menunaikan ibadah haji mereka tinggal di Makkah Al Mukarromah. Pada tahun 1880 ibundanya wafat di Makkah. Pada umur duabelas tahun, Ma’mun sudah berhasil menghafal Al-Qur’an. Gurunya dalam Al-Qur’an adalah Syekh Syarbini Al-Dimyati. Selain belajar Al-Qur’an, Ma’mun juga belajar ilmu lainnya kepada para ulama di sana, diantaranya, Syekh Abdul Hamid...

KEDANGKALAN LOGIKA KHAWARIJ DI TENGAH SAMUDRA FIQIH ULAMA NU

Gambar
Oleh: Imaduddin Utsman Indonesia dan Mesir adalah termasuk dua negara yang sulit ditundukan kaum khawarij. Syiria, Irak, Libia dan Yaman telah diporak-porandakan oleh kaum Khawarij dengan isu sebagiannya adalah pendirian negara islam dan sebagiannya lagi dgn sentimen "Sunni"-"Syiah". Ketahanan Indonesia dan Mesir dari serangan faham khawarij ini dikarenakan kedua negara ini memiliki Imunitas komunal yaitu mayoritas umat islam yang berfaham moderat, yaitu faham Aswaja madzhab Asy'ariyah Maturidiyah. Indonesia memiliki NU dan Mesir memiliki Al Azhar. NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia kemoderatannya terlalu kuat untuk bisa di tembus faham khawarij, karena NU memiliki kaderisasi yang kokoh di pondok-pondok pesantren. Begitupula Mesir, Al Azhar yang konsisten berfaham moderat menguasi pendidikan Islam di sana mulai dari level bawah sampai atas. Faham khawarij yang ciri utamanya adalah melawan pemerintahan yang sah dan seluruh pendukungnya, senant...

PROF. DR. TITI PUJIASTUTI TENTANG RADEN ARIA WANGSAKARA

Gambar
RANGKUMAN BUKU RADEN ARIA WANGSAKARA (Penulis DR. Mufti Ali, Ph.D) ======================================== Oleh Prof Dr Titik Pudjiastuti (Sejarawan UI) disampaikan pada Seminar dan Bedah Buku Raden Aria Wangsakara, Aston Cengkareng Tangerang, 23 Desember 2019. Buku ini merupakan Biografi seorang Tokoh Sufi dari Tangerang Banten. Tiga hal pokok yang dikemukakan dalam buku ini adalah : 1. Menginfomasikan siapa Aria Wangsakara. 2. Mengemukakan peran Aria Wangsakara Banten pada Abad 17 saat Banten berjuang melawan hegemoni Belanda yang ingin menguasai Banten. 3. Mengisahkan keadaan dan peperangan yang terjadi di Banten pada abad 17 dengan Sumedang,  Trunojoyo, Mataram,  dan perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa Melawan Kompeni Belanda. JATI DIRI DAN ASAL USUL Dijelaskan secara runtut bahwa Raden Aria Wangsakara atau Raden Aria Wangsaraja lahir di Sumedang pada sekitar tahun 1615 dari garis ayah beliau keturunan dari Malaka,  Malaysia, Gunung Jati Cirebon, ...

FAKTA SEJARAH SEPUTAR NYIMAS MELATI TANGERANG

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Nama Nyimas Melati bagi masyarakat Tangerang sudah tidak asing lagi. Bahkan namanya lebih popular dari beberapa tokoh pahlawan yang menurut perannya lebih berjasa bagi masyarakat Tangerang. Ambil saja contoh seperti tokoh besar Raden Aria Wangsakara, Aria Jaya Santika, Aria Suriadiwangsa, Aria Yudanagara, Aria Raksanagara, Aria Wiranagara, kiayi Tapa, Kiayi lebah Bulan   dan Pangeran Senapati. Semua tokoh yang disebutkan adalah para pejuang Tangerang yang sangat berjasa, namun nama mereka di tengah-tengah masyarakat tidak sepopular Nyimas Melati. Hal yang demikian mungkin karena masa-masa perjuangan tokoh-tokoh itu yang sudah berlalu cukup lama atau karena faktor misteri, mitos dan legenda yang menyelimuti sosok Nyimas Melati yang mengalahkan substansi sejarah itu sendiri sehingga sosoknya menjadi perbincangan masyarakat. Nyimas Melati terkenal namanya, menurut cerita masyarakat, saat memimpin perang di Balaraja. Ia mencabut kerisnya ke atas...

CERAMAH GUS MUWAFIK MENURUT ILMU BALAGHOH DAN QOIDAH FIQIH

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman (Wakatib PWNU Banten) Kontroversi tentang ceramah Gus Muwafiq yang di anggap menghina Nabi Muhammad SAW ternyata belum reda juga. Di media sosial berseliweran berbagai tanggapan tentang ceramah itu. Ada yang menyatakan Gus Muwafiq sesat; ada yang menyatakan Gus Muwafiq munafik, bahkan ada yang menyatakan ia telah kafir sehingga harus bersyahadat ulang. Kalimat menghina dalam Bahasaa Arab adalah “sabb” dan “syatm.”  Para ulama sepakat bahwa orang yang menghina Rasulullah SAW adalah kafir, wajib dibunuh. Jadi karena konsekwensinya berat, maka harus sangat hati-hati kita dalam menyatakan bahwa seseorang telah menghina Rasulullah SAW, karena ketika kita mengatakan bahwa ia telah menghina Rasulullah SAW berarti kita telah menyatakan dia kafir. Sedangkan orang yang menyatakan kepada orang mukmin bahwa ia kafir maka kata-kata itu akan berbalik kepadanya seperti yang termaktub dalam hadits  riwayat Imam Muslim: “siapa saja yang berkata kepada saudaranya...

SULTAN ABUL MAFAKHIR MAHMUD ABDUL QADIR

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman NAMA DAN KELUARGA SULTAN ABUL MAFAKHIR Nama kecilnya adalah Mahmud. Ayahnya adalah Maulana Muhammad bin Maulana Yusuf bin Maulana Hasanuddin. Jadi ia adalah buyut dari Maulana Hasanuddin, Raja Banten pertama. Ibunya adalah Nyai Ratu Wanagiri. Ia menggantikan ayahnya menjadi raja Banten dengan gelar Pangeran Ratu ing Banten. Kemudian mendapat gelar sultan dari Syarif Zaed Makkah dengan gelar Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir. Ia memerintah Kesultanan Banten mulai dari 23 Juni  1596 sampai tahun 1651. Ia mulai di nobatkan menjadi raja pada usia lima bulan dari kelahirannya karena ayahnya gugur di medan perang. Untuk menjalankan. pemerintahan diangkatlah wali raja sekaligus mangkubumi. Tercatat wali raja untuk Sultan Abul Mafakhir ada empat orang secara berurut, yang pertama Jayanegara kemudian digantikan adik Jaya negara (namanya tidak diketahui) kemudian digantikan oleh ibunda sultan langsung (Nyai Ratu Wanagiri) , kemudian yang paling lama adalah...

Susunan Pengurus PWNU Banten 2018-2023

Gambar
SUSUNAN PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA BANTEN MASA KHIDMAT 2018-2023 MUSTASYAR         Prof. Dr. KH. Yunus Ghozali KH. Afif Astari KH. Edi Junaedi Nawawi KH. Mas’ud Dr. H. Wahidin Halim, M.Si H. Mulyadi Jaya Baya H. Andika Hazrumi, S.Sos., MAP Prof. Dr. H. Fauzul Imam, MA Dr. H. A. Bazari Syam, MS., M.Pd.I KH. Rosidi Dr. KH. AM. Romly, SH., M.Hum KH. M. Junaedi Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd Drs. H. Hamka Haris Abuya Murtadho Dimyati KH. Mahmudi, S.Pd.I, M.Si SYURIYAH Rais KH. Tubagus Abdul Hakim Wakil Rais KH. Ariman Anwar Wakil Rais KH. A. Maimun Alie, MA. Wakil Rais Dr. KH. Zaenudin Abdillah Wakil Rais KH. Zamzami Yusuf Wakil Rais KH. Suhri Usman Wakil Rais KH. Juned Wakil Rais KH. Hasan Basri Wakil Rais KH. Markawi Wakil Rais KH. Khozinul Asror Wakil Rais KH. Edi Sahrowardi Wakil Rais KH. Habib ...