Postingan

KEDANGKALAN LOGIKA KHAWARIJ DI TENGAH SAMUDRA FIQIH ULAMA NU

Gambar
Oleh: Imaduddin Utsman Indonesia dan Mesir adalah termasuk dua negara yang sulit ditundukan kaum khawarij. Syiria, Irak, Libia dan Yaman telah diporak-porandakan oleh kaum Khawarij dengan isu sebagiannya adalah pendirian negara islam dan sebagiannya lagi dgn sentimen "Sunni"-"Syiah". Ketahanan Indonesia dan Mesir dari serangan faham khawarij ini dikarenakan kedua negara ini memiliki Imunitas komunal yaitu mayoritas umat islam yang berfaham moderat, yaitu faham Aswaja madzhab Asy'ariyah Maturidiyah. Indonesia memiliki NU dan Mesir memiliki Al Azhar. NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia kemoderatannya terlalu kuat untuk bisa di tembus faham khawarij, karena NU memiliki kaderisasi yang kokoh di pondok-pondok pesantren. Begitupula Mesir, Al Azhar yang konsisten berfaham moderat menguasi pendidikan Islam di sana mulai dari level bawah sampai atas. Faham khawarij yang ciri utamanya adalah melawan pemerintahan yang sah dan seluruh pendukungnya, senant...

PROF. DR. TITI PUJIASTUTI TENTANG RADEN ARIA WANGSAKARA

Gambar
RANGKUMAN BUKU RADEN ARIA WANGSAKARA (Penulis DR. Mufti Ali, Ph.D) ======================================== Oleh Prof Dr Titik Pudjiastuti (Sejarawan UI) disampaikan pada Seminar dan Bedah Buku Raden Aria Wangsakara, Aston Cengkareng Tangerang, 23 Desember 2019. Buku ini merupakan Biografi seorang Tokoh Sufi dari Tangerang Banten. Tiga hal pokok yang dikemukakan dalam buku ini adalah : 1. Menginfomasikan siapa Aria Wangsakara. 2. Mengemukakan peran Aria Wangsakara Banten pada Abad 17 saat Banten berjuang melawan hegemoni Belanda yang ingin menguasai Banten. 3. Mengisahkan keadaan dan peperangan yang terjadi di Banten pada abad 17 dengan Sumedang,  Trunojoyo, Mataram,  dan perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa Melawan Kompeni Belanda. JATI DIRI DAN ASAL USUL Dijelaskan secara runtut bahwa Raden Aria Wangsakara atau Raden Aria Wangsaraja lahir di Sumedang pada sekitar tahun 1615 dari garis ayah beliau keturunan dari Malaka,  Malaysia, Gunung Jati Cirebon, ...

FAKTA SEJARAH SEPUTAR NYIMAS MELATI TANGERANG

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman Nama Nyimas Melati bagi masyarakat Tangerang sudah tidak asing lagi. Bahkan namanya lebih popular dari beberapa tokoh pahlawan yang menurut perannya lebih berjasa bagi masyarakat Tangerang. Ambil saja contoh seperti tokoh besar Raden Aria Wangsakara, Aria Jaya Santika, Aria Suriadiwangsa, Aria Yudanagara, Aria Raksanagara, Aria Wiranagara, kiayi Tapa, Kiayi lebah Bulan   dan Pangeran Senapati. Semua tokoh yang disebutkan adalah para pejuang Tangerang yang sangat berjasa, namun nama mereka di tengah-tengah masyarakat tidak sepopular Nyimas Melati. Hal yang demikian mungkin karena masa-masa perjuangan tokoh-tokoh itu yang sudah berlalu cukup lama atau karena faktor misteri, mitos dan legenda yang menyelimuti sosok Nyimas Melati yang mengalahkan substansi sejarah itu sendiri sehingga sosoknya menjadi perbincangan masyarakat. Nyimas Melati terkenal namanya, menurut cerita masyarakat, saat memimpin perang di Balaraja. Ia mencabut kerisnya ke atas...

CERAMAH GUS MUWAFIK MENURUT ILMU BALAGHOH DAN QOIDAH FIQIH

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman (Wakatib PWNU Banten) Kontroversi tentang ceramah Gus Muwafiq yang di anggap menghina Nabi Muhammad SAW ternyata belum reda juga. Di media sosial berseliweran berbagai tanggapan tentang ceramah itu. Ada yang menyatakan Gus Muwafiq sesat; ada yang menyatakan Gus Muwafiq munafik, bahkan ada yang menyatakan ia telah kafir sehingga harus bersyahadat ulang. Kalimat menghina dalam Bahasaa Arab adalah “sabb” dan “syatm.”  Para ulama sepakat bahwa orang yang menghina Rasulullah SAW adalah kafir, wajib dibunuh. Jadi karena konsekwensinya berat, maka harus sangat hati-hati kita dalam menyatakan bahwa seseorang telah menghina Rasulullah SAW, karena ketika kita mengatakan bahwa ia telah menghina Rasulullah SAW berarti kita telah menyatakan dia kafir. Sedangkan orang yang menyatakan kepada orang mukmin bahwa ia kafir maka kata-kata itu akan berbalik kepadanya seperti yang termaktub dalam hadits  riwayat Imam Muslim: “siapa saja yang berkata kepada saudaranya...

SULTAN ABUL MAFAKHIR MAHMUD ABDUL QADIR

Gambar
Oleh Imaduddin Utsman NAMA DAN KELUARGA SULTAN ABUL MAFAKHIR Nama kecilnya adalah Mahmud. Ayahnya adalah Maulana Muhammad bin Maulana Yusuf bin Maulana Hasanuddin. Jadi ia adalah buyut dari Maulana Hasanuddin, Raja Banten pertama. Ibunya adalah Nyai Ratu Wanagiri. Ia menggantikan ayahnya menjadi raja Banten dengan gelar Pangeran Ratu ing Banten. Kemudian mendapat gelar sultan dari Syarif Zaed Makkah dengan gelar Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir. Ia memerintah Kesultanan Banten mulai dari 23 Juni  1596 sampai tahun 1651. Ia mulai di nobatkan menjadi raja pada usia lima bulan dari kelahirannya karena ayahnya gugur di medan perang. Untuk menjalankan. pemerintahan diangkatlah wali raja sekaligus mangkubumi. Tercatat wali raja untuk Sultan Abul Mafakhir ada empat orang secara berurut, yang pertama Jayanegara kemudian digantikan adik Jaya negara (namanya tidak diketahui) kemudian digantikan oleh ibunda sultan langsung (Nyai Ratu Wanagiri) , kemudian yang paling lama adalah...

Susunan Pengurus PWNU Banten 2018-2023

Gambar
SUSUNAN PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA BANTEN MASA KHIDMAT 2018-2023 MUSTASYAR         Prof. Dr. KH. Yunus Ghozali KH. Afif Astari KH. Edi Junaedi Nawawi KH. Mas’ud Dr. H. Wahidin Halim, M.Si H. Mulyadi Jaya Baya H. Andika Hazrumi, S.Sos., MAP Prof. Dr. H. Fauzul Imam, MA Dr. H. A. Bazari Syam, MS., M.Pd.I KH. Rosidi Dr. KH. AM. Romly, SH., M.Hum KH. M. Junaedi Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd Drs. H. Hamka Haris Abuya Murtadho Dimyati KH. Mahmudi, S.Pd.I, M.Si SYURIYAH Rais KH. Tubagus Abdul Hakim Wakil Rais KH. Ariman Anwar Wakil Rais KH. A. Maimun Alie, MA. Wakil Rais Dr. KH. Zaenudin Abdillah Wakil Rais KH. Zamzami Yusuf Wakil Rais KH. Suhri Usman Wakil Rais KH. Juned Wakil Rais KH. Hasan Basri Wakil Rais KH. Markawi Wakil Rais KH. Khozinul Asror Wakil Rais KH. Edi Sahrowardi Wakil Rais KH. Habib ...